Apariminta Jagat Pramudita
CHARITY LEGION 2019
"Apariminta Jagat Pramudita"
![]() |
| Dokumentasi Bersama Pak Maman |
Halo semuanya, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cerita saya dalam menjalani kegiatan charity pada rangkaian acara legion 2019. Untuk nama kegiatan charity ini dinamakan Apariminta Jagat Pramudita. Singkat cerita setelah kegiatan praktik bisnis (Dharma Migena) kemarin, pandega kami mendapatkan profit yang cukup besar sehingga kami memutuskan untuk mengalokasikan profit tersebut untuk kegiatan charity.
Latar Belakang
Alasan kami mengapa kami memilih nasi bungkus sebagai objek charity
kami, karena nasi bungkus adalah salah satu makanan yang mudah didapatkan oleh
semua orang di daerah mana pun. Pertimbangannya adalah karena setiap anggota
pandega harus seragam dalam pemilihan objek yang diberikan kepada penerima
charity, maka dari diskusi yang kami putuskan akhirnya kami memutuskan untuk
memberikan nasi bungkus. Mengapa tidak memberikan sembako? Pertimbangan kami
adalah dari profit yang kami dapatkan yaitu sekitar Rp17.000,00 jika dibagi tiap
anggota pandega dan pemikiran bahwa untuk sembako harus diolah terlebih dahulu,
sedangkan untuk makanan jadi bisa langsung disantap tanpa harus diolah terlebih
dahulu.
Lalu apakah pertimbangan saya memberikan charity tersebut kepada Bapak Maman? Pertimbangan saya memberikan charity tersebut kepada Pak Maman adalah karena beliau adalah orang yang sangat berjasa bagi keamanan komplek saya, jika tidak ada Pak Maman mungkin komplek saya tidak akan se-aman sekarang. Selanjutnya, alasan saya adalah agar tidak terlalu jauh dari rumah karena kita bisa memulainya dari orang-orang yang ada di sekitar kita. Selain itu, saya juga meminimalisasi untuk bepergian jauh karena dikhawatirkan terpapar oleh virus.
Pendapat
Penerima Mengenai Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Mereka
Sebelumnya saya akan menjelaskan secara singkat profil dari
penerima charity saya, yaitu Bapak Maman. Bapak Maman ini sudah terbilang sangat
tua, yaitu berusia 75 tahun. Pekerjaannya adalah sebagai satpam komplek. Pak
Maman ini bisa terbilang kurang dari segi ekonomi, karena beliau masih harus
menghidupi dirinya sendiri, anak, beserta istrinya. Dengan umurnya yang sudah
terbilang sangat tua, Pak Maman tetap harus bekerja banting tulang untuk tetap
bertahan hidup karena beliau adalah satu-satunya sumber penghasilan dari
keluarganya. Oleh karena itu, menurut saya Pak Maman adalah orang yang tepat
untuk saya berikan charity yang mungkin tidak seberapa, tapi saya harap beliau
dapat menerimanya dengan senang hati.
Pada saat memberikan charity tersebut, saya menanyakan beberapa
pertanyaan kepada beliau, salah satunya adalah dampak pandemi terhadap kegiatan
dan pekerjaannya saat ini. Dari wawancara tersebut, beliau mengungkapkan bahwa pandemi
covid-19 ini sangat membuat beliau semakin kesulitan dari segi ekonomi
dibandingkan sebelum pandemi. Hal tersebut disebabkan karena harga sembako pada
saat pandemi ini meningkat cukup signifikan, sedangkan gaji yang beliau
dapatkan tetap dan tidak seberapa.
Selain dari pemaparan Pak Maman tadi di atas, menurut saya Pak Maman
ini sangat berisiko untuk terpapar virus karena beliau beraktivitas setiap
harinya di luar ruangan yang pastinya bertemu dengan tidak sedikit orang.
Terlebih lagi usianya yang sudah tua membuatnya semakin mengkhawatirkan akan
kesehatannya, karena seperti yang kita tahu orang yang lebih tua cenderung
memiliki daya tahan yang tidak sebaik dengan orang dengan usia remaja dan usia
produktif. Dari sini, saya berharap semoga Bapak Maman tetap sehat agar tetap
bisa menjalani aktivitasnya sehari-hari dan rezekinya pun dilancarkan oleh
Allah SWT. Saya pun berharap agar pandemic covid-19 ini segera berakhir, karena
dampaknya yang cukup besar terutama pada masyarakat yang memiliki kekurangan
dari segi ekonomi.
Kesan
dan Pesan Kegiatan Charity Legion 2019
Kesan saya selama kegiatan charity legion 2019 ini adalah sebenarnya
sangat takut untuk melakukan kegiatan di luar rumah, karena seperti yang kita
tahu pemerintah menghimbau untuk kita untuk tidak keluar rumah jika tidak ada
kebutuhan yang mendesak. Selain itu, daerah tempat saya tinggal jika dilihat
pada aplikasi pengecekan zona, zona tempat tinggal saya berada di zona merah.
Seperti yang kita tahu bahwa zona merah merupakan kawasan dengan penyebaran
covid-19 yang cukup banyak dan kawasan tersebut orang dengan positif covid-19.
Oleh karena itu, untuk keluar rumah saya harus berpikir beribu-ribu kali karena
banyak pertimbangan yang tidak sepele tetapi menyangkut kesehatan diri sendiri
maupun orang-orang terdekat yang kita cintai. Bahkan tidak hanya kesehatan
saja, tetapi nyawa seseorang, karena mayoritas tinggal bersama orang tuanya
sehingga jika salah seorang terpapar dari virus, maka orang terdekatnya pun
otomatis secara tidak sadar akan terpapar juga. Terlebih lagi orang tua kita
lebih rentan mengalami sakit karena ada beberapa penyakit bawaan sebelumnya.
Tetapi, akhirnya dengan pertimbangan yang cukup lama saya memutuskan untuk
melakukannya saja karena saat saya menanyakan apakah bisa digantikan dengan
donasi online seperti pada situs-situs penerima donasi tidak diperbolehkan.
Jujur saja saya sangat kecewa, karena menurut saya esensi dari berbagi atau
berdonasi kepada orang-orang yang membutuhkan sebenarnya sudah tertuang dalam
donasi meskipun dalam bentuk online, karena inti dari kegiatan ini adalah untuk
berbagi kepada sesama meskipun dalam kondisi covid-19. Selain itu, seingat saya
legion juga di awal membuat sistem acaranya full-online, tetapi nyatanya tidak
seluruh acaranya berjalan dalam bentuk online.
Akan tetapi, pada saat pelaksanaan charity tersebut saya cukup
senang saat saya memberi Pak Maman tersebut nasi bungkus yang tidak seberapa,
tetapi beliau terlihat sangat senang dari raut wajahnya. Dari raut wajahnya
tersebut membuat saya sangat terharu karena pemberian saya yang tidak seberapa
dapat diterima dengan baik oleh beliau. Mungkin dari sini saya lebih tergerak
hatinya untuk melihat dan membantu orang-orang disekitar kita yang memerlukan bantuan,
karena harta yang kita keluarkan untuk berbagi meskipun tidak seberapa kepada sesama
akan sangat membantu orang-orang yang ada disekitar kita.
Pesan dari saya, mungkin untuk kedepannya legion bisa lebih
mempertimbangkan lagi pada setiap rangkaian acara yang dibuat. Karena jika kita
pertimbangkan dengan sisi risiko untuk melakukan kegiatan dari acara seperti
charity yang harus keluar rumah ini menurut saya sama saja menentang anjuran
dari pemerintah untuk tetap ada di rumah kecuali untuk hal-hal yang mendesak. Selain
itu, pertimbangkan apakah Legion bisa menjamin orang-orang yang keluar rumah
untuk tidak terpapar virus? Karena nyatanya meskipun kita sudah menerapkan
penggunaan protokol kesehatan, tidak menutup kemungkinan untuk tetap bisa
terpapar meskipun kemungkinannya kecil. Semoga pesan dari saya bisa diterapkan
pada acara-acara selanjutnya untuk kepentingan banyak orang, tidak hanya kepada
kepuasan pada salah satu kelompok orang.
Sekian cerita dari saya mengenai kegiatan charity pada rangkaian
acara legion 2019, mohon maaf jika terdapat kata-kata yang kurang berkenan,
terima kasih telah menyimak cerita saya hingga akhir.

Comments
Post a Comment